Umrah dalam Keadaan Haidh
Tanya:
Bagaimana jika seorang perempuan akan melaksanakan umrah namun ia dalam keadaan haidh?
Jawab:
Dalam fikih Syiah Ahlul Bait jika seorang perempuan sedang melaksanakan umrah lalu mengalami meanstruasi atau haidh, maka ia boleh melakukan ihram dengan niat ihram di dalam mesjid, namun tidak perlu berhenti, hanya masuk dari satu pintu dan keluar lagi.
Setelah itu ada dua kemungkinan,
1) Dia memiliki waktu yang bisa menunggu hingga suci, maka dia wajib menunggu hingga suci lalu melaksanakan thawaf, dan …
2) Dia tidak bisa menunggu maka dia minta orang lain untuk menggantikannya thawaf dan shalat thawaf, lalu dia sendiri melaksanakan sa’iy dengan masuk dari pintu selain mesjidil haram, yakni dari pintu samping tempat sa’iy, lalu melakukan taqsiyr (gunting rambut) lalu minta tolong orang lain lagi untuk melakukan thawaf nisa’ dan salat thawaf nisa’