Puasa Sunnah

Tanya :
Hari apa saja yang disunnahkan Puasa dalam madzhab Syi’ah Ahlul Bayt?

Jawab:
Puasa sunnah banyak sekali,
di antaranya:
a. Puasa tiga hari setiap bulan, utamanya hari Kamis pertama, hari Kamis terakhir dan
hari Rabu pertama pada sepuluh hari kedua setiap bulan.
b. Puasa pada hari-hari putih (ayyamul biydh), yaitu tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
c. Hari Idul Ghadir tanggal 18 dzulhijjah.
d. Hari lahir Nabi Muhammad saw tanggal 17 Rabiul Awal
e. Hari Mab’ats/Bi’tsah (pengangkatan) Nabi saw tanggal 27 Rajab.
f. Hari ‘Arafah tanggal 9 dzulhijjah, bagi orang yang puasa tidak mencegahnya untuk
dapat membaca doa ‘Arafah dan tanggal 1 Dzulhijjah telah ditetapkan dengan hilal,
sehingga yakin bahwa hari itu bukan tanggal 10 yang merupakan hari raya Idul Adha.
g. Hari Mubahalah tanggal 24 Dzulhijjah sebagai tanda syukur kepada Allah swt yang
telah menampakkan keutamaan Ahlul Bayt a.s.
h. Setiap hari Kamis dan Jumat.
i. Tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.
j. Bulan Rajab dan Sya’ban secara keseluruhan atau beberapa hari dari keduanya,
walaupun masing-masing satu hari atau bahkan satu hari dari keduanya.
k. Tanggal 1 dan 3 bulan Muharram

Catatan:
Boleh juga kita berpuasa pada hari-hari lain dengan niat puasa Sunnah mutlak, kecuali di hari raya Idul Fitri dan Idul Adha yang diharamkan puasa pada dua hari tersebut.